Bisa dibilang judul tulisan ini sebuah kampanye anti rokok, dan menunjukkan pada semua orang bahwa KEREN ITU TANPA ROKOK.
Mungkin saya adalah 1 dari 10 pria yang
tidak merokok. Seperti yang kita tau, jumlah perokok lebih banyak
daripada yang non-perokok. Dimanapun bisa kita jumpai para perokok: di
terminal, di stasiun, di kampus, di pasar, dipertokoan, di mall,
ditempat wisata, bahkan di angkutan umum seperti bis, kereta (tapi
sekarang kereta udah ber-AC, jadi dilarang merokok), dan tempat-tempat
lain.
Saya hidup dari kecil sampai se-gede ini
dilingkungan keluarga tanpa rokok. Dirumah tidak ada satupun anggota
keluarga yang merokok. Dan inilah hidup yang paling nyaman. Hidup ini
lho udah indah. right? Ngapain kita rusak dengan merokok.
Perokok biasanya kan bingung kalau habis makan gak ngerokok. Saya lho
abis makan terus minum, nikmat-nikmat aja tuh tanpa merokok. Kalau abis
makan kenak asap rokok itu yang gak nikmat.
Padahal udah jelas ditulis dibungkus
rokok dan iklan rokok, bahwa “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN
JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” tapi kok masih banyak
aja sih yang merokok. Mereka (para perokok) itu bodoh apa gak mau tau
sih.
Ada rokok yang beriklan secara implisit
bahwa PRIA PUNYA SELERA, iya bener pria memang punya selera. Tapi pria
juga harusnya punya otak dan hati. Udah tau padahal merokok itu
merugikan, masih aja merokok. Udah tau sekitarnya juga ada orang yang
benci asap rokok, masih aja merokok. Itu kan namanya gak punya otak dan
gak punya hati.
Para perokok itu egois. Para perokok itu
seenaknya aja mau merokok dimanapun kapanpun tanpa memperhatikan
lingkungan dan orang sekitarnya. Adakah pengertian terhadap lingkungan
sekitar? Padahal disekitarnya ada orang yang benci asap rokok, ada yang
punya penyakit asma (ini nih kalo sampek kambuh asmanya dan meninggal,
suruh tanggung jawab tuh si perokok). Mana peduli tuh mereka para
perokok. Merokok memang hak individu si perokok, tapi orang lain juga
punya hak untuk menolak asap rokok kan. Ini lho bukan duniamu sendiri.
Mikir dikit donk! Dongkol juga gue jadinya kalau bahas perokok
nih. Padahal sebenernya cewek itu sebagian besar benci kalau punya cowok
atau suami perokok, right? Tapi karena udah kadung cinta itu kali ya 
Pernah suatu ketika saat di bis, ini bis
ekonimi, baunya udah bikin eneg, eh ada yg merokok pula dibelakangku,
yang asapnya sangat mengganggu pernapasan. Akhirnya saya tegur tuh si
perokok.
Saya: “Pak tolong asap rokoknya dikondisikan” (dengan nada rendah)
Si Perokok: “Ya pindah sana, jangan disini” (dengan nada kasar)
Udah saya tegur dengan lembut, eh
jawabnya pakek emosi lagi. Ah udah lah, gak saya lanjutin deh, percuma
juga ngomong sama orang egois, ogah ribut sama orang egois gue.
Hei para perokok, gue nasehatin nih,
KALIAN SILAHKAN MEROKOK DIMANAPUN KAPANPUN, TAPI ASAPNYA DIISEP JUGA
DONK, JANGAN DIKELUARIN, BIAR GAK BAHAYAIN ORANG SEKITARNYA. Itu baru
namanya gentleman.
Nih ada kutipan yang mengatakan bahwa perokok pasif itu lebih bahaya daripada perokok aktif:
Perokok aktif adalah orang yang mengisap rokok secara langsung, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi mengirup asap rokok yang diembus perokok aktif. Perokok aktif memang sanget berisiko terjangkit penyakit jantung sampai kanker paru-paru. Namun ternyata, menjadi perokok pasif juga menimbulkan bahaya bagi kesehatan.
Kita tahu bahwa asap rokok mengandung sekitar 4.000 jenis zat kimia beracun. Ketika seseorang mengisap sebatang rokok, asap rokok yang diembuskannya serta asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar akan menyebar ke sekelilingnya.
Menghirup asap rokok orang lain (alias menjadi perokok pasif) lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri (perokok aktif). Mengapa? Karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak terfilter, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap.
Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok.
(dr. Jesslyn Valentina Jonathan)

